Artikel DPU
Refleksi
Manusia Ahli Syukur

Mensyukuri nikmat Allah merupakan sebuah keniscayaan bagi setiap muslim. Dengan bersyukur, hati akan terasa tentram dan keberkahan hidup pun didapatkan. Sebaliknya, jika kufur nikmat maka hati akan terasa gelisah, dipenjara nafsu, keinginan, dan syahwat. Orang yang kufur nikmat hidup dalam belenggu dunia.

Dalam al-Quran surat An-Nahl ayat 112, Allah memperingatkan manusia akan balasan bagi siapa saja yang kufur akan nikmat yang telah dianugerahkan-Nya. “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan  sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian  kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat”. Ayat ini harus kita jadikan sarana instrospeksi diri. Sudahkah kita menjadi manusia ahli syukur?

Orang yang pandai bersyukur adalah orang yang tahu diri. Menyadari bahwa semua rezeki yang dimiliki adalah anugerah dari Allah. Orang yang pandai bersyukur adalah orang yang senantiasa bertaqarub kepada Allah dalam setiap waktu, dalam setiap ibadah, dan amalan. Termasuk kemerdekaan Republik Indonesia pun layak kita syukuri dengan berbagai aktivitas yang bermanfaat bagi agama, umat Islam, dan masyarakat Indonesia.


KirimKirim
ArsipArsip
RSSRSS
printPrint
Bookmark and Share

Artikel Lainnya
Member/Donatur Login
Layanan Online
Yahoo Messenger
YM Status

Skype
My status
Mitra
Banner Program