Artikel DPU
Refleksi
Orang Kaya yang Kaya
Sungguh beruntung orang kaya yang kaya. Kaya akan harta dan hati. Kita terkadang melihat seseorang kaya karena banyaknya harta, mewahnya rumah dan bagusnya mobil.
Pernahkah kita menilai orang yang miskin papa disebut kaya? Kita telah melupakan definisi kaya. Sesungguhnya kekayaan seseorang tidak bisa diukur dari sisi hartanya saja melainkan dari hati. Banyak orang tercukupi karena kekayaan hati.
Orang kaya menilai kekayaan yang sesungguhnya adalah kaya dunia dan akhirat. Yakni seseorang yang senantiasa mengkayakan dirinya dengan ilmu. Ilmu adalah kekayaan yang nilainya lebih tinggi dari materi, bahkan Allah meninggikan orang yang berilmu beberapa derajat.
Karena orang yang berilmu lebih benar dan dihargai dari pada orang yang tidak berilmu. Ini makna kayayang pertama. Kedua, orang kaya memiliki hati yang ikhlas, lapang. Seseorang yang diberi kekayaan dengan cinta yang lapang dan ikhlas akan merasakan sendiri kenikmatannya. Bukanlah yang kaya adalah yang memiliki banyak materi melainkan yang memiliki hati yang ikhlas dan lapang. Ketiga, seseorang yang memiliki kekayaan anak shaleh dan shalehah. Anak yang shaleh merupakan aset terbesar bagi orangtua. Sebab sebesar apapun biaya pendidikan anak pasti berusaha dikeluarkan. Hal itu dilakukan orangtua tak lain untuk menjadikan anaknya shaleh dan shalehah sehingga di akhirat kelakâ€â€setelah orangtua meninggal ada yang mendoakannya. Dalam hadits dikatakan bahwa, jika anak adam telah meninggal, maka putuslah semua amalnya; kecuali tiga perkara yaitu shadaqah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang shaleh. Keempat, adalah kekayaan dengan berinfak.Yakinlah setiap harta yang diinfakkan di jalan Allah tidak akan berkurang dan bahkan akan bertambah, bertambah, dan bertambah. Dengan infak itulah rezeki kita yang sebenarnya yang akan menambah berat amalan, pahala di hari perhitungan nanti.
Saudaraku, marilah jadikan diri kita menjadi orang kaya yang kaya. Dan setidaknya menjadi orang miskin yang kaya. Kaya akan ilmu, hati, amalan dan keikhlasan. Karena itulah sumber kebahagiaan yang akan kita peroleh bukan hanya di dunia tapi juga di akhirat kelak.
Artikel Lainnya
Member/Donatur Login
Layanan Kami









