Artikel DPU
Refleksi
Meredam Kekerasan
KALAU kita perhatikan apa yang terjadi secara umum di negara ini adalah hasil pendidikan dari rumah. Harapan seorang bapak untuk memiliki keluarga yang sakinah tak lepas dari ilmu me-manage berbagai keinginan anggota keluarga. Begitu pun dengan keinginan untuk mengubah bangsa yang tentram tak lepas dari pemahaman untuk bisa mengukur diri terhadap berbagai keinginan. Salah satu sarana untuk meredam berbagai keinginan tersebut dengan kelembutan. Selama ini banyak yang mengartikan kelembutan sebagai kelemahan yang harus dijauhkan dari perilaku sehari-hari. Padahal, kelembutan bisa jadi sebuah kekuatan dahsyat dalam menghadapi segala kondisi, dan Islam telah menjadikan kelembutan sebagai pilar penting untuk kedamaian. Kelembutan hati akan membuat kita lebih peka dalam memandang segala hal. Peka dalam melihat masalah sekecil apapun. Begitupun dengan kejernihan akal, akan melihat permasalahan secara proporsional. Seringkali berbeda keinginan menjadikan seseorang bersikap keras. Padahal, pasti tidak ada seorang pun yang senang bila diperlakukan dengan kekerasan. Semua orang pasti menyukai kelembutan. Rasulullah telah memberikan kita keteladanan. Beliau tetap menunjukan kelemahlembutannya menghadapi orang yang bersikap keras memerangi Islam. Sehingga tidak sedikit kaum kafir Quraisy kala itu tertarik masuk Islam. Dari sikap tersebut sepatutnya dapat kita tiru. Dalam kondisi yang memanas seperti sekarang ini bukan hanya kekuatan otot yang diperlukan tapi kekuatan akal dan hati. Memang tidak salah mengandalkan otot, namun jauh lebih baik jika kita jangan dulu mengandalkan kekuatan otot sebelum akal, hati dijadikan pencari solusi. Mengubah kekerasan menjadi kelembutan memang tidak mudah, tapi harus terus diupayakan. Karena kekerasan fisik jelas akan mengeraskan hati. Jika sudah seperti itu, seseorang tidak akan peka lagi terhadap kesalahan. Untuk itu saudaraku, kita mulai introspeksi diri sampai sejauh mana kita bisa mengasah diri dari bersikap keras dan seberapa dalam kelembutan dapat kita hujamkan. Semoga Allah yang Mahalembut senantiasa memberi kita kelembutan, sehingga sikap, akal, dan hati dapat tetap terkendali.
KirimKirim
ArsipArsip
RSSRSS
printPrint
Bookmark and Share

Artikel Lainnya
Member/Donatur Login
Layanan Online
Yahoo Messenger
YM Status

Skype
My status
Mitra
Banner Program