Artikel DPU
Salam
Berjamaah (untuk) Produktif dan Solutif

Alhamdulillah, pemerintah memperkirakan kondisi perekonomian Indonesia 2008 diprediksi lebih baik dari 2007. Pertumbuhan ekonomi 2008 ditargetkan mencapai 6,2-6,8 persen. Tentunya perkiraan tersebut berdasar atas analisis-analisis dan asumsi-asumsi rasional.

Sebagaimana kehidupan yang dihiasai dengan kesenangan dan kesulitan, perkiraan pun demikian, ada juga yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia belum lebih baik di tahun 2008 ini daripada tahun sebelumnya.

Hal tersebut diindikasikan dari survei konsumen Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan keyakinan konsumen masih pada level yang pesimsitis. Artinya, konsumsi rumah tangga belum sepenuhnya pulih.

Chief Economist Bank Mandiri, Martin Panggabean memperkirakan pula, indikator makro ekonomi pada 2008 akan tetap baik namun kondisi sejumlah sektor riil akan memburuk.

"Pada tahun 2008 akan ada kontras yang sangat besar antara gambaran makro (pertumbuhan dan inflasi) yang baik dan cukup terjaga, dengan gambaran mikro (pertumbuhan dan penyerapan tenaga kerja sektoral) yang muram," kata Martin ketika menyampaikan Outlook Ekonomi 2008 di Jakarta (Kompas,13/12).

Menurut Martin, pelambatan ekonomi dunia akan membayangi perekonomian Indonesia pada 2008, yaitu adanya ancaman stagflasi (inflasi tinggi) di dunia, di antaranya dikarenakan naiknya harga minyak global. Salah satu dampak yang akan dirasakan adalah rencana pemerintah menyesuaikan harga BBM dalam negeri. Walaupun pemerintah menyatakan tidak ada kenaikan harga BBM dalam negeri, tetapi rencana pengalihan dari bersubsidi akan menyebabkan kenaikan harga. BBM akan sulit didapat sehingga intinya sama saja dengan adanya kenaikan harga.

Hal-hal di atas merupakan perhitungan-perhitungan teori manusia yang dikaruniai akal untuk menjalani kehidupan sesuai dengan sunatullah. Hanya sunatullah manusia pun tidak hanya didukung oleh kerja maupun tinjauan aspek akal, terdapat juga kerja hati, jiwa, ruh, atau yang terkait dengan yang batin. Itulah sempurnanya figur seorang makhluk bernama manusia, ia dibekali perangkat kehidupan dengan komplit. Sehingga, tatkala menjalani arena kehidupan ini diharapkan dapat dinikmatinya dengan sebaik-baiknya. Sehingga, sesungguhnya seorang yang mengoptimalkan perangkat potensi kehidupannya, maka ia akan mudah saja melalui apa pun yang dihadapinya.

Adapun bagi masyarakat yang diamanahi rejeki yang berlebih, pada hakekatnya karena keberadaan masyarakat lainnya yang kekurangan. Seandainya tidak ada seorang pegawai biasa, tentu tidak ada yang menjadi pimpinan. Oleh karenanya, sebuah sikap hidup mulia, tatkala kita memilih berjamaah dengan orang-orang yang peduli terhadap orang-orang kekurangan yang membutuhkan perhatian dan bantuan saudaranya yang lain.

Memilih jamaah yang mengelola zakat secara produktif dan solutif, adalah sebuah pilihan cerdas bagi orang-orang yang peduli terhadap harapan cerah bagi mereka yang masih menjalani hidupnya belum seperti dirinya.





KirimKirim
ArsipArsip
RSSRSS
printPrint
Bookmark and Share

Artikel Lainnya
Member/Donatur Login
Layanan Online
Yahoo Messenger
YM Status

Skype
My status
Mitra
Banner Program