Artikel DPU
Salam
Mi`raj Sosial
Semua orang pasti merindukan “berjumpa” dengan kekasih pujaannya. Segala macam cara dilakukan agar bisa dekat dengannya.

Sayangnya, dalam perjalanannya, perjumpaan kadang mengalami hambatan karena masing-masing yang berjumpa mempunyai keterbatasan. Sehingga perjumpaan yang hakikinya harus menumbuhkankan kecintaan, kedamaian, dan ketenangan tidak terwujud. Perjumpaan yang hakiki akan tercipta apabila salah satu yang berjumpa memiliki kesempurnaan yang akan memberikan jaminan tercukupinya semua kebutuhan lahir dan batin yang menjumpainya.

Perjumpaan yang hakiki adalah perjumpaan hamba (yang tercipta) dengan sang kekasih (Sang Pencipta). Supaya perjumpaan ini menumbuhkan kecintaan, kedamaian, dan ketenangan, seorang hamba harus melakukan mujahadah (usaha sungguh-sungguh). Hamba ini harus menghilangkan penghalang (hijab) yang selama ini menghambat perjumpaan dengan-Nya. Penghalang ini berupa cinta dunia dan dikuasai hawa nafsu. Sifat serakah, kikir, nafsu mementingkan diri sendiri, dan haus untuk terus memupuk harta dengan mencuri hak-hak orang-orang miskin, adalah penghalang perjumpaan hamba dengan Sang Pencipta.

Perjumpaan seorang hamba dengan Sang Pencipta bisa dilakukan juga dengan aktivitas sosial. Dalam sebuah hadis Qudsi Allah berfirman melalui Rasulullah SAW, ”carilah Aku di tengah orang-orang lemah”. Jadi, barangsiapa yang ingin melakukan perjumpaan dengan Sang Kekasih, maka seringlah berinteraksi dengan orang-orang lemah, di antaranya mendermakan harta yang dicintainya kepada kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang musafir, memerdekakan hamba sahaya, mendirikan shalat, dan mengeluarkan zakat.

Ketika Nabi Musa as. bertanya kepada Allah SWT, ”Tuhanku, di mana aku harus mencari-Mu. ” Allah menjawab, ”carilah Aku di tengah-tengah mereka yang hancur hatinya.” Sebagian mereka yang termasuk hancur itu di antaranya adalah orang-orang miskin, dan kadang-kadang dimiskinkan oleh struktural. Dalam surat Al-Baqarah ayat 177, Allah berfirman, mendermakan harta yang dicintainya kepada kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang musafir, serta memerdekakan hamba sahaya, mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman dan mereka itulah orang-orang bertakwa.

Sedangkan orang-orang yang benar beriman dan bertakwa bisa melakukan perjumpaan (ikhsan) dengan Kekasihnya, Allah SWT. Artinya, mendermakan harta yang dicintainya kepada kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang musafir, serta memerdekakan hamba sahaya, mendirikan shalat, dan mengeluarkan zakat bisa mengantarkan seorang hamba berjumpa (Mi`raj) dengan Kekasihnya, Allah SWT (Mi`raj Sosial).

Bermi`rajlah kepada Allah dengan memerdekakan mereka dari kemiskinan dengan program produktif dan soluti. Mudah-mudahan kita mendapatkan cinta, ketenangan, dan kedamaian.




KirimKirim
ArsipArsip
RSSRSS
printPrint
Bookmark and Share

Artikel Lainnya
Member/Donatur Login
Layanan Online
Yahoo Messenger
YM Status

Skype
My status
Mitra
Banner Program