
Menarik untuk dicermati nasehat Luqman kepada anaknya (dalam surah Luqman [31]: 13-19. Nasehat pertama Luqman kepada anaknya bukanlah tentang dunia, harta, tahta dan kekuasaan yang selama ini diajarkan sebagian orang tua kepada anaknya. Tetapi Luqman memberi pelajaran kepada anaknya berupa, “Hai anakku janganlah kamu mempersekutukan Allah.” Ucapan yang merupakan pelajaran akan ketauhiidan.
Ini adalah pondasi dan sangat prinsip. Bagaikan benih yang unggul akan melahirkan buah berkualitas. Begitu pula jika dalam hati anak sudah tertanam benih tauhiid, yaitu tiada Ilah selain Allah maka akan membuahkan ketakwaan. Anak yang takwa akan dibimbing dan dituntun setiap jalan hidupnya. Itulah awal dari kemenangan.
Bersikap baik kepada kedua orang tua (ibu dan bapaknya), nasihat selanjutnya dari Luqman. Seorang anak harus memperlakukan kedua orang tua mereka sebaik mungkin, sebagaimana ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyusuinya selama dua tahun, yang menjadi jalan mengenal hidup dan kehidupan.
Nasehat berikutnya, Luqman menerangkan bahwa setiap perbuatan walaupun seberat biji sawi, entah itu didalam batu atau di langit dan di dalam bumi, Allah akan mendatangkan balasannya. Luqman mengajarkan anaknya untuk bertanggungjawab terhadap apa yang diperbuat dalam setiap tindakan mereka. Ini adalah sifat-sifat dari seorang pemimpin. Sifat yang pada akhirnya menimbulkan trust (kepercayaan), modal penting seorang pemimpin. Dan karena akan dimintai pertanggung jawaban, setiap apa yang akan dilakukan haruslah diperhitungkan secara matang.
Luqman juga mengajarkan kepada anaknya untuk mendirikan shalat sebagai sarana komunikasi antara Pencipta (Allah) dan yang dicipta (hamba). Mengerjakan yang baik untuk menjadi rahmat bagi alam semesta dan mencegah orang berbuat mungkar agar terjaga keseimbangan hidup. Dan tak lupa, bersabar terhadap apa yang menimpa sehingga muncul generasi yang kuat dan tangguh.
Terakhir, janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (sombong) yang akan melahirkan ketidakpeduliaan terhadap lingkungan dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh yang akan menyakitkan dan tidak menghormati sesama. Ucapan ini berisikan ajaran agar menjauhi sifat sombong dan angkuh. Karena sifat tersebut akan membuat Allah tidak hadir dalam hati dan membuat hijab dari pertolongan Allah.
Sungguh luar biasa nasihat luqman kepada anaknya. Nasihat yang wajib dijadikan pedoman bagi orang tua dalam mendidik anak. Memberikan pondasi iman, berbuat kebaikan pada orang tua, belajar bertanggung jawab, mendirikan shalat, berbuat kebajikan, bersabar, peduli pada lingkungan dan menghormati sesama. Semoga dengan mengikuti nasihat ini, akan lahir generasi yang berkualitas, memiliki trust (kepercayaan) yang kuat dan tangguh berkontribusi pada keseimbangan hidup serta memberi rahmat bagi alam semesta.
(H.M.Iskandar, Direktur DPU Daarut Tauhiid)









