Khitanan Massal di K-PE Sehat
Oleh : AHMAD SAHIDIN Jerit tangis hiasi suasana Klinik Pengobatan (K-PE) Sehat Daarut Tauhiid. Anak-anak usia Sekolah Dasar itu beberapa sudah dibaringkan. Di sampingnya orangtuanya berjaga. Celana anak laki-laki itu pun segera ditanggalkan. Dokter yang dibantu perawat pun mulai beraksi. Dokter pun memegang badan anak dan mulai menyuntikan jarum untuk menahan rasa sakit. Tangan dokter pun mulai memegang ujung penis. Seiring dengan tarikan kulit penis, alat pemotong pun menempel hingga memutuskan kulit dan tampak bersih. Perawat segera memberikan obat sekaligus perban penutup.
Setelah beresnya prosesi khitanan itu, anak pun segera digendong mendekat ke bagian obat-obatan dan paket berupa sarung, baju koko dan makanan ringan.
Begitulah proses khitan pada Agus (4 tahun), dari Sibdang Sirna, Karang Setra, Bandung. Agus datang bersama kedua orangtua dan uwanya. Meski di matanya tampak merah bekas air mata, ketika kamera mengarah padanya langsung terseyum.
Selain Agus, ada Aman (1,5 tahun) yang menjadi peserta khitanan termuda. Sedangkan yang tertua adalah Dani Wiryanto (8 tahun). Dani saat dikhitan tidak menangis. Ia tidak bergerak meronta seperti Agus, Aman, dan anak-anak lainnya. Dani tampak tenang dan matanya melihat langit-langit suasana di sekitarnya. Dani sesekali miris sakit. Tapi tak ada teriakan sakit. Ia hanya senyum ketika kamera menyorot ke arahnya.
Agus, Aman, dan Dani merupakan tiga dari dua puluh peserta Khitanan Massal program Lembaga Amil Zakat Nasional Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT) yang merupakan bagian dari rangkaian Grand Launching K-PE Sehat Yayasan Daarut Tauhiid Bandung, yang berlangsung di Jalan Gegerkalong Girang, Bandung, Jawa Barat.
Menurut pananggungjawab K-PE Sehat, dr. awan Buana, K-PE Sehat ini merupakan pusat pelayanan kesehatan dan pengobatan bagi warga sekitar Pesantren Daarut Tauhiid yang berupaya khidmat pada umat dalam bentuk layanan medis.
Lebih jauh Awan Buana menjelaskan, konsep bangunannya pun didesain dengan corak sederhana dan aksesoris tradisional, sehinga terkesan lebih akrab dan membuat pasien tak jenuh.
"Konsep ini lahir karena penyembuhan orang yang sakit tidak hanya unsur-unsur medis, tapi juga faktor suasana dan lingkungan pun mempercepat proses penyembuhan. Hingga saat ini K-PE Sehat layanan medis yang tersedia adalah layanan gigi, anak, umum, dan khitan," katanya.
|