NENI SUHAENI, “Programnya Beda Dari Yang Lain”
Oleh : AHMAD SAHIDIN SELASA (14/12) lalu, Neni Suhaeni (37 tahun), menceritakan pengalamannya saat mulai mengenal Misykat.
”Mulanya waktu ada pertemuan di Isola,” ungkap istri dari Wandi Maulana. “Sebelumnya,” kata Neni, “Pada saat itu istilah Misykat belum ada.”
Pertemuan pertama itulah yang berkesan, yaitu sejak pertemuan pelatihan pembuatan sabun cream dari DPU DT yang bekerja sama dengan Cekas Home Industry.
Selanjutnya, Neni Suhaeni bersama koordinator kegiatan Misykat Drs Encon Rahman, pada Februari 2004 membentuk Misykat di Cirateun Kel. Isola Bandung dengan beranggotakan lima belas orang dan Neni sebagai ketua Majelisnya.
Ketika ditanya kenapa bergabung dengan Misykat, ibu yang tinggal di Jalan Sersan Sodik No. 47 / 170 - C, Cirateun Isola ini berkomentar, “Programnya unik, benteun ti nu sanes.”
Selain sebagai Ketua PKK, Ketua POSYANDU, Ketua Perpustakaan Kelurahan dan Ketua Majelis Misykat DPU, juga sebagai ibu rumah tangga yang memproduksi telor asin. Usaha telor asin yang digelutinya sejak Agustus 2004 inilah yang mendapatkan bantuan dana dari Misykat. Karena banyak pesanan, Neni merekrut tenaga bantu dari anggota Majelis sebanyak tujuh orang. Dengan kesungguhan dan semangat yang tinggi, Neni Suhaeni dan beberapa anggota Majelis dalam sepekan mampu memasarkan 500 sampai 700 butir telur di wilayah Cirateun, dengan omzet sekitar Rp.600.000,- hingga Rp.700.000,-.
Ketika ditanya perihal suka-dukanya menjadi anggota Misykat, ibu dari Andini (17 tahun), Jesiamanda (13 tahun) dan Tiffani (7 tahun) ini menyatakan dirinya merasa takut kalau-kalau Misykat tidak berkembang, atau malah hilang dikemudian hari. Tapi kekhawatiran itu dijadikannya sebagai motivasi dalam meningkatkan produksi telor asin. Karena itu, ia sangat berharap kepada Misykat agar tetap berperan sebagai pembimbing dan pembantu di bidang finansial untuk usaha-usaha kecil yang dikelola masyarakat.
“Misykat harus berjalan terus, lebih meningkat, lebih luas cakupannya,” katanya berpesan, ”Agar semua orang dapat merasakan bantuan Misykat.”
|