Toni, Senang Dapat Binaan
Oleh : AHMAD SAHIDIN
“NAMA saya Toni Ahmad Hambali,” jawabnya ketika repoter majalah Swadaya tanya identitasnya, Jumat (08/04). ”Lahir di Bandung, 24 Mei 1992,” kata Toni melanjutkan, “asal dari Jalan Kopo Gang Haji Mukti No. 9 RT 10 RW 06 Kota Bandung.”
Siapakah Toni ini? Toni Ahmad Hambali adalah salah satu anak yatim yang dibina di Daarul Ihya. Daarul Ihya ini adalah lembaga yang mengurus anak yatim, piatu, dan anak-anak mustadhafin, yang dananya berasal dari para donatur dan Daarul Ihya adalah pengelola teknis dari program santunan dan binaan anak Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid Bandung.
Anak sulung dari Ibu Imas ini bercerita bahwa tahun 2002 di tinggal ayahnya yang wafat akibat menderita ambeyen. Ketika itu Toni bersama dua adiknya, Diana Anggraeni dan Asep Sholeh, merasakan sedih dan sangat kehilangan.
“Saya sedih,” ucap Toni tersendat-sendat, ”ngak bisa lihat ayah lagi, ngak punya ayah lagi.”
Anak yang bercita-cita ingin menjadi presenter TV ini bercerita, meskipun tidak punya ayah ia tetap berkeinginan untuk melanjutkan sekolah. Ibunya yang bekerja di meubeul merasakannya sebagai beban yang berat. Sebab gaji yang diterimanya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari kedua adik Toni yang kini bersama neneknya di Cililin.
Alasan itulah yang membuat Toni ketika lulus dari SD tahun 2002, langsung menerima tawaran Uwanya untuk menjadi anak binaan Daarul Ihya di Ponpes Daarut Tauhiid Bandung.
Setelah menjalani tes dan diterima, Toni menjadi anak binaan Daarul Ihya dengan beragam aktivitas setiap harinya. Setiap hari Toni bersama teman-temannya bangun pukul 03.30 untuk melakukan shalat tahajud; disambung shalat shubuh, mendengarkan tausiyah Aa Gym (MQ On Air), tilawah Al-Quran, bersih-bersih, makan pagi; dan setelah itu baru berangkat sekolah. Siangnya setelah sekolah diisi dengan belajar bersama para pendamping Daarul Ihya sampai menjelang shalat Maghrib. Ba`da shalat Maghrib mengaji hingga Isya.
Sedangkan hari libur diisi pelatihan MQ Animasi. Begitulah keseharian Toni di Daarul Ihya. Meskipun padat, tapi Toni tidak merasa lelah atau jenuh. “Ngak cape, karena ada istirahatnya dan selalu dapat ilmu,” ujarnya bersemangat.
Toni Ahmad Hambali adalah seorang yatim yang sejak kelas I sampai kelas VI SD rankingnya selalu tergolong lima besar. Toni pernah menjuarai MTQ, Cerdas Cermat se-Kabupaten, Sepak Bola, Karnaval, dan lomba Busana Muslim. Karena prestasi itulah Toni kini duduk di kelas I Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Inayah, Jln. Cijero Kaso No.63 Sarijadi, Bandung. Selama di Daarul Ihya, Toni menngatakan ia dapat pembinaan dan pengajaran agama yang lebih baik.
“Ya sudah hafal juz amma dan hadits-hadits pendek,” ujarnya bangga seraya bercerita bahwa dirinya ingin seperti Nabi Muhammad SAW yang berjuang dan berkorban untuk agama dan kemaslahatan umat.
“Jazakumulla khairan katsiraan,” kata Toni Ahmad Hambali, “kita di sini telah dibiayai.”
|