 |
 |
 |
Berita DPU |
 |
 |
Bea Mahakarya DPU DT: Masa Depan Bangsa ada di Tangan Generasi Muda
Oleh : NURMALASARI BAYU
KAMIS, 14 Februari 2008, tampak wajah-wajah yang menyimpan harapan berduyun-duyun melintasi jalan Gegerkalong, menuju Daarul Hajj Daarut Tauhid Bandung. Suara langkah kaki mereka menghapus keheningan kawasan Pondok Pesantren Daarut Tauhid yang lengang.
Dilingkupi langit mendung. Aspal yang sedikit basah oleh gerimis pagi itu tak menyurutkan langkah para mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Kota Kembang ini untuk mengikuti tes tertulis sebagai tahap kedua dalam seleksi calon penerima Bea Mahakarya Lembaga Amil Zakat Nasional Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhid (DPU DT).
Sejak pukul 07:30, gedung Daarul Hajj dipenuhi puluhan mahasiswa. Tepat pukul 08:00, mereka memasuki gedung bercat putih itu. Duduk rapi mendengarkan pengarahan dari panitia. Beberapa saat sebelum panitia membagikan lembar soal yang harus dikerjakan dalam waktu satu jam. Ada dua sesi yang harus diikuti oleh setiap peserta tes tahap kedua tersebut. Sesi pertama peserta diharuskan mengisi lembar soal berkenaan dengan Agama, sesi kedua berkenaan dengan Ilmu Pengetahuan Umum.
Di gedung Daarul Hajj, para peserta mengerjakan soal dengan serius. Tepat di hadapan peserta, terpampang tulisan “Tes Tertulis Program Bea Mahakarya Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid”. Suasana begitu hening. Hanya sorotan blits kamera sesekali memantulkan cahaya, saat tim Media DPU DT meliput kegiatan tersebut.
Beberapa peserta terekam dengan gayanya masing-masing. Ada yang terlihat serius, menunduk menatap soal. Ada pula yang terlihat santai. Rafiudin contohnya. Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung ini mengaku biasa-biasa saja menghadapi 50 soal Agama dan 40 soal Ilmu Pengetahuan Umum yang diberikan panitia. Meski ia mengaku sudah lupa dengan materi yang sempat diterimanya di MTS dan Aliyah dulu, ia optimis 99% bisa lulus menjadi salah satu penerima Bea Mahakarya. Anak ke 10 dari 11 bersaudara pasangan Ma’mum dan Marhah ini berharap bisa meringankan biaya pendidikan yang dikeluarkan oleh orangtuanya.
Lain halnya dengan Rafiudin. Siti Rokhyati, mahasiswa jurusan Psikologi UPI ini mengaku sedikit kesulitan mengerjakan soal yang diberikan panitia. Begitu pula Linda Putri Rahayu, mahasiswa Ilmu Keperawatan Unpad ini merasa kurang yakin bisa lulus. Keduanya hanya yakin 50% bisa lulus sebagai penerima Bea Mahakarya.
Rafiudin, Siti dan Linda bersyukur bisa mengikuti seleksi tahap dua ini. Mereka berharap bisa mengalahkan 87 peserta lainnya dan lulus sebagai penerima Bea Mahakarya angkatan tahun 2008-2009. Bea Mahakarya sebagai salah satu program DPU DT yang bertujuan membantu meringankan biaya pendidikan mahasiswa, meningkatkan keshalehan sosial, serta menumbuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) profesional di bidang sosial masyarakat, terutama di bidang zakat.
Piu, Linda dan Siti hanyalah tiga dari ribuan mahasiswa yang berharap bisa tetap melanjutkan kuliah meski mereka memiliki keterbatasan dalam biaya pendidikan.
Tidak dipungkiri bahwa masa depan bangsa ada di tangan pemuda. Dan pendidikan menjadi sebuah keniscayaan untuk meretas harapan bangsa. Melalui Program Bea Mahakarya angkatan tahun 2008-2009, DPU DT berupaya membantu mewujudkan generasi bangsa yang lebih berkualitas. Hal ini yang melatarbelakangi para pemuda tersebut mendaftarkan diri sebagai calon penerima Bea Mahakarya. Tidak salah jika kemudian program ini sangat dimininati oleh ratusan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi. Harapan mulia kini menggantung di hati para pemuda, calon peserta penerima Bea Mahakarya.
Siang menjelang, seleksi tahap dua usai. Satu persatu mereka meninggalkan Gedung Daarull Hajj yang tetap dengan kesunyiannya. Semilir angin lembut membelai wajah-wajah penuh harap, menyongsong esok, menunggu sebuah keputusan. Akankah lulus menjadi peserta penerima Bea Mahakarya?
NURMALASARI BAYU,
Mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung
|
| [ Kembali ] |
|
|
|
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
 |
|
|
| |
Anda dapat langsung mengubungi layanan donatur kami dibawah ini atau melalui halaman yang telah kami sediakan.
| Redaksi Media |
|
| Layanan Donatur |
|
|
|
|
|