Bakti Sosial untuk Masyarakat Parongpong: “Satu Hati untuk Berbagi”
Oleh : WAWAN KURNIAWANMASJID Aldiyat yang terletak di Jalan Kol.Masturi KM7 Parongpong, Kabupaten Bandung itu dipenuhi warga sekitar untuk mengikuti kegiatan bakti sosial yang bertajuk “Satu Hati untuk Berbagi”.
Kegiatan yang diselenggarakan Komunitas Tahajud Call Indonesia Radio MQFM Bandung dengan Lembaga Amil Zakat Nasional Dompet Peduli Ummat (DPU DT) dan Rumah Zakat Indonesia (RZI) Bandung ini berlangsung Ahad siang (17/02).
Kegiatan yang menarik antusias masyarakat ini meliputi pengobatan dan pelayanan kesehatan gratis, tausiyah dari Ustadz Komarudin Kholil, bazar murah, berbagai lomba kreatifitas anak, serta pembagian sembako.
Ibu Ani (38), salah satu warga masyarakat setempat mengaku. kegiatan yang telah diikutinya sejak pukul 8:00 pagi itu sangat bermanfaat. Selain bisa berobat gratis, ibu empat anak ini bisa mendapatkan sembako.
Bakti sosial yang diselenggarakan di wilayah Parongpong yang pertama kalinya itu menyatukan kebersamaan warga dibalik keseharian mereka yang sibuk bekerja sehingga jarang menyambung tali silaturahmi.
Menurut Ayi Nugraha (40), wakil panitia pelaksana, proses kristenisasi di wilayahnya tengah merambat. Kegiatan bakti sosial yang terselenggara diharapkannya sebagai media untuk membantu masyarakat kurang mampu sekaligus merekatkan ukhuwah islamiyah dan menyosialisasikan budaya tahajud di kalangan masyarakat.
“Proses pemurtadan begitu gencar di sini. Semacam kristenisasi lah. Kita ingin mem-back-up itu dengan segala kemampuan yang kita miliki dan dengan potensi yang kita punya untuk memberikan manfaat pada mereka. Untuk menunjukkan bahwa kita peduli dengan sesama,” ungkap pria kelahiran 11 Agustus 1968 ini.
Bapak yang berprofesi sebagai supervisor produk nasional Johnson tersebut mengutarakan pendapatnya tentang partisipasi DPU DT yang ikut menyukseskan acara itu.
“Bantuan dana DPU DT sangat menunjang sekali. Kebetulan acara ini yang perdana kami lakukan. Sementara untuk menggali dana tidak gampang. Dan kami sangat berterima kasih,” tambahnya.
WAWAN KURNIAWAN, Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung
|