Dampingan Misykat: ”Harus Tetap Ada...”
Oleh : Suhendri Cahya Purnama
MENGAMBIL tempat di Daarul Ilmi, Pesantren Daarut Tauhiid, Jalan Gegerkalong Girang Bandung, pada Rabu, 5 Maret 2008, berlangsung kegiatan Dampingan Pekanan anggota Microfinance Syariah berbasis Syariah (Misykat) program pemberdayaan Lembaga Amil Zakat Nasional Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT) Se-Wilayah Sukasari.
Acara gabungan dari 13 majelis Misykat se-Kecamatan Sukasari, Kota Bandung ini dimulai pukul 13.30 hingga 14.45 WIB, yang diisi ceramah salah seorang assatidz Daarut Tauhiid, Fuad Mukhsin, S.Ag.
Lebih dari 34 kaum ibu memenuhi aula Daarul Ilmi. Meski cuaca mendung menggelayuti kota Bandung, tapi tak menyurutkan langkah mereka untuk menghadiri acara. Terlihat sebagian ibu-ibu yang juga membawa anak-anak mereka, asyik mengobrol sambil tetap mengawasi tingkah laku anak-anaknya.
Tak lama kemudian, panitia membuka acara dan dilanjutkan dengan pembacaan al-quran bersama ibu-ibu. Lima belas menit kemudian, Ustadz Fuad yang telah dinantikan kehadirannya, memasuki ruangan.
Ceramah yang bertajuk “Membuka Pintu Rizki yang Berkah” ini dibawakannya dengan santai dan humoris. Beberapa ibu tak dapat menahan tawanya saat Ustadz menyampaikan joke-joke untuk mencairkan suasana.
Materi yang dikupas memang relevan dengan kebutuhan anggota Misykat yang mayoritas berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan yang berkecimpung dalam usaha mikro.
Sembari menikmati makanan kecil yang dibawa masing-masing anggota, suasana tambah ramai karena ada obrolan di antara sesama anggota Misykat dan para pendampingnya.
Menurut Iwan Firmansyah, koordinator wilayah Misykat, dampingan anggota Misykat ini merupakan acara bulanan yang diadakan Rabu tiap pekan pertama dalam sebulan.
“Kehadiran setiap anggota majelis Misykat amat penting. Karena momen ini tidak hanya diisi dengan pemberian ilmu dan motivasi bagi para anggotanya, tapi juga sebagai kesempatan bagi mereka untuk berkoordinasi dan bersilaturahim dengan sesama anggota Misykat dari majelis yang lain,” kata Iwan.
“Menghadiri acara seperti ini, tidak hanya membuat ilmu saya bertambah, namun juga keimanan yang saya miliki makin mantap,” komentar Yani Sri Mulyani, salah satu anggota majelis Misykat di Kecamatan Sukasari.
“Misykat harus tetap berdiri dan ada seumur hidup!” tegas Yani sambil berlalu meninggalkan Aula Daarul Ilmi.
|