Pelatihan Dasar Bea Mahakarya 2008
Oleh : Suhendri Cahya PurnamaSEBANYAK 51 mahasiswa-mahasiswi penerima Bea Mahakarya Lembaga Amil Zakat Nasional Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT) se-Indonesia, Jum’at hingga Ahad, 21-23 Maret 2008, pekan lalu mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) Program Bea Mahakarya DPU DT, di komplek Pesantren Daarut Tauhiid, Jalan Gegerkalong Girang, Bandung dan Pondok Hijau Bandung.
Kegiatan yang diikuti 28 ikhwan dan 23 akhwat yang berasal dari tujuh cabang DPU DT, yaitu Bandung, Jakarta, Semarang, Jogjakarta, Palembang, Priatim, dan Bogor.
Selama tiga hari, para peserta Latsar Program Bea Mahakarya mendapatkan materi pelatihan berupa motivasi, dobrak diri, hingga materi teknis mengenai seluk beluk kinerja DPU DT. Materi yang disajikan meliputi ‘Unlocking potential power’ disampaikan Masrukhul Amri, ‘Membangkitkan kekuatan bawah sadar’ oleh Dr.Tauhid Noer Azhar, dan materi Berhati, berpikir dan bertindak positif’disampaikan Ketua Umum Yayasan Daarut Tauhiid Bandung, H. Abdurahman Yuri. Pada hari kedua pelatihan, para peserta dipacu adrenalin dan ditempa fisiknya dalam kegiatan outdoor, seperti refling dan outbond di Sentral Lima DT dan Area Pondok Hijau.
“Hari kedua ini lebih asyik. Pemberian materi juga asyik, tapi tidak seasyik permainan,” kata Imamul Hafidin (23), peserta dari Jakarta. Imam yang saat ini masih kuliah di UIN Syarif Hidayatullah, semester enam, mengaku sangat takut ketika diminta untuk melakukan refling. “Masya Allah, luar biasa takutnya. Tapi setelah itu malah ingin lagi,” ujar mahasiswa Jurusan Peradilan Agama, Fakultas Syariah dan Hukum ini sambil tertawa.
Komentar serupa diucapkan Siti Rokayah (21), peserta dari Bandung. Siti mengungkapkan, dari seluruh kegiatan latsar, kegiatan outbond yang berkesan baginya.
“Selain karena aktifitasnya di alam, rasa capeknya juga benar-benar terasa,” kata mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) jurusan Psikologi ini.
Perpaduan antara materi yang sifatnya indoor dan outdoor, sangat terasa selama latsar ini diselenggarakan. Metode experiential learning, yaitu belajar dengan mengalami, membuat para peserta tampak antusias mengikuti latsar.
“Mudah-mudahan tujuan dari kegiatan ini dapat tercapai,” ujar Masitoh, Ketua pelaksana Latsar Bea Mahakarya, berkomentar.
Lebih jauh Masitoh menjelaskan, selain agar memahami tentang DPU DT dan program-program pemberdayaan dan penghimpunan zakat, diharapkan mereka akan terbentuk karakter yang kuat, disiplin, pantang menyerah dan bekerja keras.
|