Bansos Bantu Penderita Gastroschisis
Oleh : SUHENDRI CAHYA PURNAMA Wajahnya tampak lelah. Tergambar gurat-gurat kebingungan dan kepasrahan. Kata-katanya pun tidak banyak terucap ketika Bantuan Sosial (Bansos) Lembaga Amil Zakat Nasional Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT) Bandung menjumpainya di RS. Hasan Sadikin, Jum’at (30/5).
Moh. Maolani Y, 31 tahun, asal Garut, harus menerima kenyataan yang tidak ia inginkan. Bersama istrinya, Mila Rosita, 25 tahun, pasangan yang baru pertama kali dikarunia momongan itu, sama sekali tidak menyangka bila putri kecil mereka menderita Gastroschisis (penyakit konjenital, gagalnya pertumbuhan organ tubuh bayi pada masa kehamilan-red). Maolani mengungkapkan, ketika lahir, kondisi buah hati mereka itu, tidak mempunyai dinding perut. Akibatnya, ususnya menyembul keluar dari perut. Dan untuk menghindari kemungkinan infeksi pada usus yang berada di luar perut, anaknya itu harus segera di operasi. Ketika tim Bansos DPU DT hendak melihat kondisi bayi mereka di Ruang Intensive Care Unit (ICU) Anak, Maolani mencegahnya. “Sudah seminggu ini si adek dipindahkan ke ruangan ini (ICU-red). Dan dari pihak rumah sakit, tidak mengijinkan untuk dilihat secara langsung,” ujarnya menjelaskan. Maolani, warga di Jalan Muararajeun lama No.7 RT.7 RW.14 Cihaur Geulis, Cibeunying Kaler, Bandung, bersama istrinya tentu tidak pernah mengharapkan kejadian ini. Ia yang bekerja sebagai pegawai swasta, harus berjuang untuk kesembuhan putri mereka. Karenanya sebagai lembaga sosial yang mengemban amanah ummat, DPU DT melalui program Bansosnya, mengulurkan bantuan berupa uang tunai untuk membantu biaya operasi buah hati mereka. “Terimakasih, ini sangat membantu sekali,” ujarnya ketika menerima bantuan yang berasal dari uang para donatur DPU DT itu.
|